Overblog
Edit post Follow this blog Administration + Create my blog

Pengertian pajak dan fungsi pajak
Pengertian pajak dan fungsi pajak

Pengertian Pajak dan Fungsi Pajak


Pengertian pajak menurut Ferdinand H.M. Grapperhaus. adalah “an individual sacrifice for a collective goal (individu berkorban untuk tujuan bersama)”.
Pengertian pajak menurut Prof. Dr. Rochmat Soemitro, SH merumuskan pajak adalah iuran rakyat kepada kas negara berdasarkan undang – undang (yang dapat dipaksakan) dengan tiada mendapat jasa timbal (kontra – prestasi) yang langsung dapat ditunjukkan dan yang digunakan untuk membayar pengeluaran umum.
Menurut Prof. Dr. P.J.A. Andriani merumuskan pajak adalah iuran kepada negara (yang dapat dipaksakan) yang terutang oleh yang wajib membayarnya menurut peraturan – peraturan dengan tidak mendapat prestasi kembali, yang langsung dapat ditunjuk, dan yang gunanya adalah untuk membiayai pengeluaran – pengeluaran umum berhubungan dengan tugas negara untuk menyelenggarakan pemerintahan.
Dari definisi diatas, dapat disimpulkan bahwa pajak memiliki unsur – unsur sebagai berikut:

  1. iuran atau pemungutan : Dilihat dari segi arah arus dana pajak, jika arah datangnya pajak berasal dari wajib pajak, maka disebut iuran. Sedangkan jika arah datangnya kegiatan untuk mewujudkan pajak tersebut berasal dari pemerintah, maka pajak itu disebut pungutan.
  2. Pajak dipungut berdasarkan undang – undang : Salah satu karakteristik pokok dari pajak adalah bahwa pemungutannya harus berdasarkan undang – undang. Hal ini disebabkan karena pada hakikatnya pajak adalah beban yang harus dipikul oleh rakyat banyak, sehingga dalam perumusan macam, jenis, dan berat ringannya tariff pajak itu, rakyat harus ikut serta menentukan dan menyetujuinya, melalui wakil – wakilnya di parlemen atau dewan perwakilan rakyat.
  3. Dalam pembayaran pajak tidak ada kontraprestasi secara langsung oleh pemerintah.
  4. Digunakan untuk membiayai pengeluaran negara.

Pengertian pajak dan fungsi pajak

 Fungsi pajak


Dilihat dari definisi pajak diatas, pajak mempunyai fungsi untuk membiayai pengeluaran – pengeluaran umum. Namun sebenarnya fungsi membiayai pengeluaran umum hanyalah salah satu fungsi pajak sebab pajak memiliki dua fungsi, yaitu:
1.Fungsi penerimaan (budgetair)
Dalam fungsi budgetair, pajak berfungsi sebagai sumber dana untuk membiayai pengeluaran – pengeluaran negara. contoh: penerimaan yang berasal dari sector pajak mencapai 71,4% dari keseluruhan penerimaan negara pada RAPBN 2001
2Fungsi mengatur ( regulair)
Pajak berfungsi sebagai alat untuk mengatur atau melaksanakan kebijakan negara di bidang sosial dan ekonomi.

Syarat Pemungutan Pajak
Agar pemungutan pajak tidak menimbulkan hambatan atau perlawanan, maka pemungutan pajak harus memenuhi syarat sebagai berikut:

  1. Pemungutan pajak harus adil ( syarat keadilan) : Pemungutan pajak yang adil berarti pajak yang dipungut harus adil dan merata, sehingga harus sebanding dengan kemampuan membayar pajak dan sesuai dengan manfaat yang diminta wajib pajak dari pemerintah.
  2. Pemungutan pajak harus berdasarkan undang – undang (syarat yuridis) : Di Indonesia pajak diatur dalam UUD 1945 pasal 23 ayat 2. Hal ini memberikan jaminan hukum untuk menyatakan keadilan, baik bagi negara maupun warganya.
  3. Pemungutan pajak tidak mengganggu perekonomian (syarat ekonomi) : Negara menghendaki agar perekonomian negara dan masyarakat dapat senantiasa meningkat. Oleh karena itu, pemungutan pajak tidak boleh mengganggu kelancaran kegiatan produksi dan perdagangan yang akan mengakibatkan kelesuan perekonomian negara. Oleh karena itu dimungkinkan pemberian fasilitas perpajakan sejauh pemberian fasilitas ini berdampak positif bagi perekonomian negara.
  4. Pemungutan pajak harus efisien ( syarat financial) : Sesuai fungsi budgetair, biaya pemungutan pajak harus lebih kecil dari pajak yang dipungut.
  5. Sistem pemungutan pajak harus sederhana : Pemungutan pajak hendaknya dilaksanakan secara sederhana sehingga syarat kesederhanaan akan memudahkan wajib pajak untuk memenuhi kewajiban perpajakannya. Dengan demikian kesadaran wajib pajak untuk membayar pajak dapat terwujud
  6.  

JENIS PAJAK
1. Jenis pajak menurut sifatnya :

  • Pajak langsung adalah pajak yang pembebanannya tidak dapat dilimpahkan kepada pihak lain, tetapi harus menjadi beban langsung wajib pajak yang bersangkutan. Contoh : Pajak penghasilan.
  • Pajak tak langsung adalah  pajak yang pembebanannya dapat dilimpahkan ke pihak lain. Contoh : Pajak pertambahan nilai.

2. Jenis pajak menurut pemungutannya :

  • Pajak pusat adalah pajak yang dipungut oleh pemerintah pusat dan digunakan untuk membiayai rumah tangga negara. Contoh : PPh, PPN, PPnBM, PBB, dan bea materai.
  • Pajak daerah adalah pajak yang dipungut oleh pemerintah daerah dan digunakan untuk membiayai rumah tangga daerah. Contoh : Pajak reklame, pajak hiburan, dan lain-lain.

3.  Jenis pajak menurut Subyek pajaknya :

  • Pajak perseorangan.
  • Pajak badan.

4.  Jenis pajak menurut asalnya :

  •  Pajak dalam negeri adalah pajak yang diperoleh dari seluruh warga negara Indonesia yang menetap di Indonesia.
  •  Pajak luar negeri adalah pajak yang diperoleh dari orang-orang asing yang berpenghasilan di Indonesia.

5.      Jenis pajak menurut obyek pajaknya :

  • Obyek pajak keadaan. Contoh : PPh dan PBB.
  • Obyek pajak kejadian. Contoh : bea keluar dan bea masuk.
  • Obyek pajak pemakaian. Contoh : bea cukai dan materai.
  • Obyek pajak perbuatan. Contoh : PPN dan BBN.

 

Tag(s) : #edukasi
Share this post
Repost0
To be informed of the latest articles, subscribe: